Anda pernah dengar penerbit Masup Jakarta? Mungkin anda belum tahu. Sama saya juga tahunya dari pameran buku sebelumnya. Saat itu saya mendapatkan buku yang berjudul ‘Gambang Jakarte’, yang merupakan kumpulan tulisan sketsa kehidupan warga Jakarta, khususnya betawi zaman dulu yang dimuat di koran (lupa namanya). Ceritanya lucu-lucu dan menggunakan dialek Betawi. Layak dibaca kalau ingin tahu gambaran kehidupan masyarakat Jakarta zaman dulu, khususnya Betawi.
Nah, dalam Pesta Buku Jakarta kali ini penerbit Masup Jakarta memamerkan beberapa buku baru. Diantaranya yang menarik adalah ‘Sejarah para Pembesar Mengatur Batavia”. Buku ini masih gress karena terbit pada bulan Juni ini. Yang menarik moment terbit buku ini berdekatan dengan Pilkada DKI Jakarta yang sebentar lagi akan dilaksanakan dan juga hari jadi Kota Jakarta yang jatuh pada bulan Juni. Buku ini di diskon 30% selama masa pameran.
Kalau diperhatikan penerbit Masup Jakarta memang ’spesialis’ yang menerbitkan buku-buku tentang Jakarta. Khususnya Jakarta tempo dulu. Penerbit ini punya semacam misi dan program yang bernama ‘Ayo Kenali Kotamu’ (dengan mendapatkan buku-buku dari Masup Jakarta). Secara kualitas, baik isi maupun perwajahan buku-buku dari Masup Jakarta bisa digolongkan sebagai buku-buku yang bagus.
Penerbit lainnya yang layak dikunjungi adalah Dastan Book. Saya tahu penerbit itu pada pameran buku yang lalu. Saat itu Dastan Book sedang promo novel terjemahan yang berjudul ‘The Parfume’. Dan beberapa novel lainnya yang kebanyakan diterjemahkan dari penulis ‘dunia timur’ seperti penulis dari Iran, Iraq, Palestina, Lebanon. Secara tampilan buku-buku Dastan cukup menarik dan isinya juga bagus-bagus. Dan bahkan ada beberapa buku yang termasuk buku laris, diantaranya buku For My God and My Country, tulisan seorang perwira militer Amerika keturunan China yang muslim tentang bagaimana penyiksaan di kam militer Guantanamo. Saya sampai sekarang belum ’sempat’ membeli buku ini.
Pada pesta buku kali ini pun buku-buku yang dipajang tambah banyak, tambah beragam yang tetap menonjolkan penulis-penulis dari ‘dunia timur’. Kali ini pun, seperti pameran terdahulu, penerbit Dastan sedang memperkenalkan buku yang rencana bulan Juli depan baru diterbitkan. Judulnya cukup memikat ‘Al Qaedah: Tentara Tuhan atau Teroris?’. Ini adalah tulisan seorang mantan agen rahasia Perancis yang menyusup ke jaringan Al Qaeda. Sayangnya belum ada contohnya buku ini yang bisa dicicipi. Dan penerbit Dastan memberikan diskon menarik buat pembeli yang indent memesan buku tersebut. Menarik juga membeli buku sampai indent segala.
Penerbit Mizan adalah adalah stand favorit yang selalu saya kunjungi setiap pameran buku. Biasanya mereka menawarkan diskon yang cukup besar pada koleksi bukunya yang rata-rata bagus. Pada pameran terdahulu saya mendapatkan buku-buku yang saya inginkan dengan harga 50%. Puas rasanya mendapatkan buku yang diiinginkan dengan harga yang sangat miring.
Tetapi pada pameran kali ini Mizan tampil kurang menarik buat saya. Apakah karena tempatnya yang di tengah-tengah Istora, sehingga pengunjung yang datang kesana sudah kecapean dan pegal-pegal karena sudah berkeliling di stand-stand yg ada di luar? Mizan biasanya punya stand di dekat pintu masuk utama pameran yang saat ini ditempati oleh Gramedia Group. Dan Gramedia pada pameran sebelumnya mengambil stand yang ditengah. Sepertinya pada pameran kali ini Gramedia dan Mizan bertukar tempat. Sehingga buat saya stand Mizan kali ini terasa biasa saja dibanding dengan pameran sebelumnya. Walaupun Mizan, seperti penerbit lainnya memberikan diskon yang menarik dan juga buu dengan harga khusus. Ya begitulah ternyata masalah tempat itu lebih penting sebagai daya tarik sebuah stand pameran.
Yang menarik dan tidak dijumpai pada stand penerbit lain adalah apa yang dilakukan oleh penerbit Serambi. Ia membuat program diskon 40% untuk judul tertentu pada hari tertentu. Dalam seminggu pameran berarti ada sekitar 7 judul buku yang ditawarkan dengan diskon 40% pada hari tertentu setiap harinya. Ini tentu menarik buat pengunjung untuk datang lagi ke pameran dan khususnya di stand Serambi. Disamping itu banyak sekali buku-buku yang dijual dengan harga khusus Rp 5.000, Rp 10.000,- yang tentu saja buku-buku yang bagus. Sayangnya beberapa buku dengan harga tersebut sudah saya punyai. Dan buku-buku yang menarik dari Serambi lainnya harga tidak terjangkau oleh kocek.
Tepat di sebelah stand penerbit Serambi, adalah stand dari penerbit LkiS. Banyak buku-buku ‘progresif’ yang tentu saja dengan harga khusus di stand ini. Rata-rata buku LKIS enak dibaca dan penampilan buku juga bagus. Harganya pun tergolong murah untuk ukuran ketebalan tertentu. Saya menemukan (dan tentu saja membeli) terjemahan novel klasik karya Goerge Orwell, Animal Farm di stand ini. Dan satu lagi buku ‘Dekontruksi Syariah’ yang sepertinya menarik juga untuk dibaca.
Bersambung…
Juni 21, 2007 at 9:22 am
Wah, sayang sekali aku nggak liat novel Animal Farm, udah kepengen dari lama cuma gak nyangka adanya di LKIS
Juni 21, 2007 at 10:02 am
Animal Farm bukunya kecil dan nyempil di pojokan stand LKiS. Tapi penerbitnya Freshbook. Saya juga gak nyangka menemukan buku itu. Makanya langsung saya comot aja. Harga setelah diskon kalau gak salah Rp 16.000 -an. Ngiler kan bu?
Juli 8, 2007 at 8:08 pm
Ternyata Anda pencinta buku! Kalau ada pesta buku atau pameran buku tolong berikan infonya kepada saya !
Juli 9, 2007 at 10:31 am
shizukana: saya belum taraf pencita buku. baru penikmat aja. tapi saya bersukur saja setiap ada event perbukuan di jakarta sempat hadir. walau gak terlalu lama. anda pasti pencinta ya….? pencinta buku maksudnya..