Seperti yang pernah saya janjikan pada posting sebelumnya, kalau saya akan melanjutkan menulis tentang Pesta Buku Jakarta 2007. Kenapa begitu lama baru ditulis? Ya, memang lama. Tadinya saya akan melanjutkan tulisan sekitar 1 atau 2 hari setelah posting sebelumnya. Tapi saya berubah pikiran. Saya masih ingin datang lagi ke pesta buku ini pada minggu depannya lagi. Biar sekalian saja setelah itu baru ditulis lanjutannya. Dan benar saja saya ternyata saya jadi datang lagi ke pada hari terakhir pameran buku.

Saat datang pertama saya ke Pesta Buku, suasana cukup ramai. Pada saat yang bersamaan di JCC juga ada pameran property dan franchise. Ini menyebabkan akses ke arah Istoran jadi terhambat gara-gara padatnya mobil yang menuju ke JCC dan banyaknya parkir di pinggir jalan sekitar JCC. Saya masuk ke Istora dari pintu samping Taman Ria Senayan yang memang harus lewat depan JCC kalau mau ke arah Istora.

Setelah sampai di depan Istora sudah banyak mobil yang parkir, bahkan sampai di luar area parkir Istora. Sempat terpikir pasti tidak dapat parkir di dalam. Tapi ternyata, sukurlah walau di alam area parkir Istora sudah penuh dengan mobil, saya masih bisa mendapatkan parkir bekas pengunjung yang sudah pulang.

Saat masuk dari pintu utama, terlihat stand Gramedia Group yang besar, dari sisi kiri ke kanan. Seakan-akan ini pamerannya Gramedia. Saya sampai bingung bagaimana caranya masuk ke stand lainnya, karena akses ke stand stand lainnya tidak begitu jelas terlihat. Baru setelah masuk dari sisi tengah terus ke dalam, terlihat akses ke stand lainnya.

Disamping memberikan harga khusus, Gramedia juga memberikan diskon seperti penerbit lainnya antara 10%-35%. Anehnya saya tidak mendapatkan 1 buku pun dari stand Gramedia. Apakah ini berarti buku-buku dari Gramedia Group tidak menarik? Entahlah. Atau harganya yang masih kemahalan? Tidak tahu juga. Yang jelas pada saat yang bersamaan (tgl 3 Juni 2007) Gramedia di Metropolitan Mall Bekasi juga sedang memberikan diskon besar juga (sekitar 30%an) dalam rangka grand opening Gramedia yang baru saja berubah konsep. Ini membuat diskon dari Gramedia menjadi biasa saja.

Setelah harus melewati stand Gramedia saya meneruskan melihat-lihat stand lainnya. Masih biasa-biasa saja kesan saya. Memang sih ada beberapa stand yang juga menawarkan diskon besar dan juga harga khusus tetapi saya belum juga mendapatkan satu buku pun.

Tetapi saat melewati stand Balai Pustaka, penerbit pelat merah, ada sesuatu yang membuat saya tertarik. Di rak yang tersedia berjejer buku Centhini beberapa jilid. Saya mulai membuka buku ini yang memang tidak dibungkus, berwarna coklat kusam. Saya tertarik dengan buku ini walau pemilihan warna, kertas dan tipografi yang tidak menarik. Tetapi karena isinya, yang saya sudah cicipi baca beberapa lembar membuat saya tertarik untuk beli. Apalagi saat melihat harganya yang cuma sekitar Rp 20 ribuan lebih dikit. Itu pun belum termasuk diskon 30%.

Sayangnya yang ada cuma jilid 1, 2 dan 4. Jilid 3 nya menurut penjaga stand nya sudah habis. Maka saya cuma ambil jilid 1 dan 2 saja. Lainnya semoga saya bisa dapatkan di tempat lain.

Saya sempat heran, kenapa buku Centhini ini tidak banyak peminatnya. Padahal kalau kita baca isinya sungguh kaya akan cerita-cerita tentang budaya Jawa, Islam (ala Jawa) dan seluk beluk dengan adat Jawa. Singkatnya Centhini adalah semacam ensiklopedia orang dan budaya Jawa.

Bersambung….


Leave a Comment