Secara

Ya, tidak ada yang salah dengan judul di atas. Saya memang ingin menulis tentang penggunaan kata ’secara’ yang menarik untuk diperhatikan. Di kalangan ‘anak-anak gaul’ kata ’secara’ ini masih sering dipakai. Dan gejala ini sepertinya memang sudah cukup lama dan sampai saat ini masih tetap digunakan di kalangan ‘anak-anak gaul’.

Sebelum melanjutkan saya sebelumnya ingin mengecek dulu via Google apakah sudah ada yang pernah menuliskan hal ini. Hasilnya? Ternyata saya yang ketinggalan. Sudah banyak dan sejak lama yang menuliskan hal ini. Mungkin karena saya kurang gaul…

Baiklah, saya akan mengulas topik ini berdasarkan hasil penelusuran dari Google di atas.

Berdasarkan kata kunci di atas, dokumen terlama yang saya temukan adalah yang ditulis oleh Dilla Handini . Dia menulis ini pada Juli 2005. Coba perhatikan petikan dari tulisannya:

Setting: lagi liat-liat sepatu di toko.
“… wah, harga sepatunya lebih murah di sini, deh. Secara merek ABC, gitu loh!”

Setting: lagi di penginapannya di daerah Orchard.
“Harga sewa penginapan di sini lumayan murah, secara tempat ini cukup strategis, gitu loh!”
“Secara kita belum pernah ke sini, tadi kita jalan-jalannya muter2 di daerah ini aja.”

Hmm.. apa hayo arti kata secara di sini ?
Kalo menurut saya, “secara” di sini berfungsi sebagai kata sambung yg berarti “mengingat..”.
Atau kalo dalam bahasa Inggris, “considering…”.
Dan biasanya, cocok kalo digabung dengan frase “Gitu lohh!”

Yang berikutnya ditulis oleh Bang Jay pada Juni 2006. Ini adalah tulisan yang gamblang karena merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rujukan standar dalam penggunaaan kata dalam Bahasa Indonesia. Contoh-contoh penggunaan ’secara’ di posting tersebut cukup banyak. Bisa juga jadi rujukan kalau Anda ingin jadi orang gaul…

Ada juga posting pada Juli 2006 oleh Mala . Isinya kurang lebih sama dengan yang di atas.

Amma menulis ini pada November 2006. Kurang lebih isinya sama dengan yang ditulis oleh Jay, mengutip KBBI dan membandingkan ’secara’ sebagai bahasa gaul.

Yang menarik adalah tulisan Pak Kuncoro ini. Dia tidak membahas ’secara’ seperti tulisan-tulisan di atas. Dia malah menggunakan kata ’secara’ secara satir pada tulisannya yang cukup serius. Coba lihat cuplikannya berikut ini:

OK. Jadi secara tersesat, aku baca kisah bertemunya Peter Higgs, fisikawan dari Skotlandia, dan Stephen Hawking, kosmolog dari Inggris. Topik awalnya sih tentang hal2 menarik. Secara boson, kita tahu foton dan gluon tak memiliki massa, tetapi boson W+, W-, dan Z, yang secara mengait gaya nuklir lemah, memiliki massa. Ada simetri pada level energi tinggi yang pecah (broken) pada level energi rendah, atau kemudian secara versi lain disebut tersembunyi (hidden); dan pecahnya simetri itu mengakibatkan sebagian boson mengalami efek secara mekanisme Higgs.

Dan link teratas dari kata kunci di atas adalah tulisan Amir tertanggal 3 Maret 2007. Intinya tulisannya adalah seperti yang saya rasakan, yaitu keanehan penggunaan kata ’secara’.

Tentu saja mungkin masih banyak tulisan-tulisan yang membahas masalah ini yang mungkin belum tersangkut oleh mesinnya pak Google ini. Dan saya memang hanya membatasi pada halaman pertama hasil pencariannya.

Saya benar-benar tidak mendapatkan celah lagi untuk menuliskan perihal ’secara’. Disamping mungkin sudah ‘basi’ karena sudah ada yang membahas hal ini pada pertengahan tahun 2005, juga dari tulisan-tulisan di atas sudah cukup gamblang memotret fenomena penggunaan kata ’secara’.

Akhirul kalam (baku: akhir kata), inilah fenomena berbahasa. Selalu menarik ntuk diikuti. Baik mengikuti untuk tertib berbahasa atau mengikuti untuk menjadi ‘anak gaul’. Anda pilih yang mana? ‘Secara’ saya sih memilih menjadi anak gaul…


  1. Makasih ya mas sudah di-review. Salam kenal ;)

  2. Salam kenal juga. Sebenarnya ingin membahas kata ’secara’, tetapi nyangkut ke tulisan kamu :-)




Leave a Comment